DUMAI ( JB ) – Minimnya curah hujan yang terjadi di Kota Dumai telah menyebabkan krisis air bersih di kalangan warga. Banyak masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebenarnya hujan sempat turun, tapi hanya sebentar dan itu pun gerimis, ungkap Bunda Emi (65), warga Jalan MH Thamrin, Kecamatan Dumai Selatan, Jumat (10/1).

Menurut Bunda Emi, sebagian besar warga mengandalkan air hujan sebagai sumber utama air bersih. Namun, dengan minimnya hujan, persediaan air mulai menipis.
“Kalau tidak ada hujan, dari mana kami dapat air bersih? Persediaan yang ada saja sudah hampir habis,” katanya.
Untuk mengatasi kebutuhan, Bunda Emi membeli air bersih dari warga yang menjualnya. Harganya Rp15.000 untuk satu drum biru. Itu bisa bertahan sekitar satu minggu, tambahnya.
Memanfaatkan Sumber Air Gratis
Sebagian besar warga juga memanfaatkan sumber air bersih gratis yang tersedia dari kran Pertamina di ujung Jalan MH Thamrin, dekat pos pengamanan jalan raya Pertamina.
“Kalau stok di rumah habis, kami ambil air di kran ini. Tapi kalau banyak yang ambil, ya harus antre,” ujar Joni (45), warga Jalan Bunga Tanjung.
Aktivitas pengambilan air di kran Pertamina sering berlangsung dari pagi hingga malam hari, menunjukkan betapa pentingnya sumber air tersebut bagi warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Dampak Meluas
Krisis air bersih ini tidak hanya mempengaruhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menambah beban ekonomi warga yang harus membeli air secara rutin. Situasi ini semakin mendesak pemerintah setempat untuk mencari solusi jangka panjang, seperti pengelolaan sumber daya air yang lebih baik atau penyediaan bantuan air bersih secara darurat.
Dengan belum adanya tanda-tanda curah hujan yang memadai, warga berharap ada langkah nyata dari pihak yang berwenang untuk mengatasi masalah ini.